Langsung ke konten utama

Esensi Jiwa Jalan Tuhan

Keseimbangan hidup yang sejati adalah ketika seseorang telah menyeimbangkan kesatuan alam dan dirinya. Jika manusia telah berhasil menemukan yang tersembunyi di dalam dirinya, maka ia baru akan dikatakan sebagai pribadi yang waskita, yaitu sosok diri yang memahami kebenaran. Lalu melalui partisipasi spiritualitas aktifnya, seseorang bahkan mampu memancarkan cahaya yang menerangi dunia.

Murtana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebenaran Hidup

Esensi penting dalam kehidupan ini perlu terus-menerus diulang agar kita tidak melupakannya. Kita membutuhkan pengingat untuk membantu kita fokus terhadap hal yang penting ini.  Huffingtonpost.com  merilis 10 kebenaran yang bisa mengubah hidup kita Murtana

RASA SENI

RASA SENI RARA SENI terkait dengan pengertian rasa seni itu sendiri terdapat dalam Natyasastra yang ditulis pada abad ke lima atau ke enam masehi (Hartoko, 1991:68).  Penulisnya bernama Bharata ysng hidup pada abad ke satu sampai abad ke empat Masehi (dalsm Suamba, 2005:224).  Buku ini disebut-sebut sebagai ensiklopedi India yang semula sebagai buku teoritis tentang drama, lalu digunakan pula untuk memahami seni yang lsin, termasuk sastra. Buku ini menarik terutama mengenai pengertian mendalam mengenai hal ihkwal batin manusia serta gelombang-gelombang emosi mulai dari kesadaran praktis sampai perenungan estetis.         Kata "rasa" berasal dari Bahasa Sanskerta, yaitu "ras" yang artinya merang, menangis, berteriak, bergema, dan berkumandang (Astra, 2001:384).  Dalam Bahasa Jawa Kuna kata rasa memiliki banyak arti.  1. Air (getah) tumbuh-tumbuhan, air sari buah, rasa. 2. Perasaan, pendapat, dan maksud.  3. Intisari, isi...
PENGARUH SOSIAL BUDAYA PENCIPTAAN DRAMA Teori Pertentangan Klas dari Marxisime         Tulisan Nur Sahid yang berjudul Pengaruh Sosial Budaya Penciptaan Drama: Teori Pertentangan Klas dari Marxime ini berulangkali saya baca, karena saya suka dan tertarik dengan cara mengaitkan persoalan penciptaan drama dengan teori pertentang klas dari Marxisme. Itu sebabnya saya menghaturkan salam hormat kepada Prof. Dr. Nur Sahid dan mohon ijin karena memberanikan diri memposting di madia sosial. Lagi pula pemikiran-pemikiran dalam tulisan tersebut saya gunakan sebagai bahan ajar pada semester 6 mahasiswa Program Studi Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk mata kuliah Kajian Teater Modern.         Marxisme dalam kaitannya dengan teater yang dikembangkan oleh Taine menganggap, bahwa karya seni dapat dilihat dari ras, waktu, dan lingkungan (dalam Junus, 1986:19).  Ras dapat dihubungankan dengan sifa...