Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

NYANYIAN KEHIDUPAN

NYANYIAN SURGAWI  KEHIDUPAN INI SUNGGUH SANGAT MENYENANGKAN AKU BERTERIMAKASI DILAHIRKAN MENJADI MANUSIA. TIADA KATA YANG TEPAT UNTUK MENYATAKAN KE ESAAN. PUN TIDAK ADA SIKAP SUJUD YANG ABADI. TERJADI DI BERBAGAI PRIBADI. TUJUANNYA HANYA ILLAHI. SIKAP SUJUD HANYALAH REKAAN MANUSIA. MESTI KAU TIDAK SEPAHAM. AKU BELAJAR SETIAP BERTEMU OBJEK DIRI. DALAM MEDITASI DI ALAM SUNYI. AKU KIRA KAU ILLAHI. TIDAK JELAS ILLAHI DAN DIRI. PERLU PROSES ADAPTASI. DALAM TUBUH YANG KOTOR. JIWA YANG SUCI. SUBLIMASI RUANG WAKTU. PENGETAHUAN LAMA BERDIAM DIRI. MASUK DI ALAM PIKIR. MENYATU DENGAN PRIBADI. TERSATUKAN DALAM MEDITASI. KUTENGOK KANAN KIRI, DEPAN BELAKANG, BAWAH DAN ATAS. SEMUA TAMPAK ELOK. MATA BATIN KU BERTANYA.  BENARKAH ITU NEGERIKU? HAMPIR-HAMPIR AKU TAK PERCAYA. AKU BACA PENGETAHUAN SEBIDANG. DEMI ORGAN  PIKIR DAN TUBUH. MELATIH JIWA RAGA AGAR TIDAK BEKU. BERGUNA BAGI GAIRAH DIRI. AKU SAMPAIKAN DISKUSIKAN BATIN MENJADI BAGIAN TUBUH DAN JIWA....
PENGARUH SOSIAL BUDAYA PENCIPTAAN DRAMA Teori Pertentangan Klas dari Marxisime         Tulisan Nur Sahid yang berjudul Pengaruh Sosial Budaya Penciptaan Drama: Teori Pertentangan Klas dari Marxime ini berulangkali saya baca, karena saya suka dan tertarik dengan cara mengaitkan persoalan penciptaan drama dengan teori pertentang klas dari Marxisme. Itu sebabnya saya menghaturkan salam hormat kepada Prof. Dr. Nur Sahid dan mohon ijin karena memberanikan diri memposting di madia sosial. Lagi pula pemikiran-pemikiran dalam tulisan tersebut saya gunakan sebagai bahan ajar pada semester 6 mahasiswa Program Studi Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk mata kuliah Kajian Teater Modern.         Marxisme dalam kaitannya dengan teater yang dikembangkan oleh Taine menganggap, bahwa karya seni dapat dilihat dari ras, waktu, dan lingkungan (dalam Junus, 1986:19).  Ras dapat dihubungankan dengan sifa...
KEUTUHAN BUDAYA        BUDAYA Nusantara di masa lalu terlihat utuh, karena tidak banyak bersentuhan dengan budaya barat yang didominasi oleh rasionalitas ilmu pengetahuan. Keunggulan barat dalam menata ilmu pengetahuan perlu mendapat apresiasi bagi kalangan pengemban budaya tradisi Nusantara, karena dengan ilmu pengetahuan hidup menjadi lebih tertata. Tatanan sosial menjadi lebih rasional dan tatanan budaya semakin berkembang nilai fungsi sekularitas tanpa mengurangi nilai sakralitas. Tidak pula dapat ditampik, bahwa berkat perkembangan ilmu pengatahuan kostruksi sosial dan budaya banyak  yang melahirkan spesialisasi ke arah perbaikan kualitas budaya yang semakin prima, akibat penyediaan sarana prasarana yang memadai.        Perkembangan ilmu pengetahuan memang pesat, tapi perkembangan kualitas budaya semakin hari kian kritis. Ambil saja contoh kasus di bidang pertunjukan wayang. Dalang semakin berkurang aktivitas kemasy...

SENI MASYARAKAT

SENI MASYARAKAT       SENI tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat. Seni bahkan berasal dari masyarakat. Masyarakat hadir untuk seni, dan seni hadir untuk masyarakat. Masyarakat dan seni saling bersinergi.       Masyarakat tidak diciptakan untuk masyarakat, tapi seniman untuk masyarakat. Seni berguna untuk membantu perkembangan kesadaran manusia dan membantu memajukan sistem sosial. Semua kegiatan manusia mengabdi pada kemanusiaan. Jika tidak pekerjaan seni itu akan sia-sia dan menjadi keisengan belaka (Plekanov, 2006:1). Lebih lanjut dikatakan Plekanov, bahwa seni harus mengabdi pada tujuan yang berguna, bukan kesenangan yang tidak berfaedah.        Chersnyshevsky mengatakan, bahwa nilai semua seni, terutama seni yang paling serius di antaranya persajakan, dibangun oleh sejumlah pengetahuan yang disebarkan pada masyarakat.  Seni menyebarkan sejumlah besar pengetahuan di kalangan massa pembaca.  Lebih p...

RASA SENI

RASA SENI RARA SENI terkait dengan pengertian rasa seni itu sendiri terdapat dalam Natyasastra yang ditulis pada abad ke lima atau ke enam masehi (Hartoko, 1991:68).  Penulisnya bernama Bharata ysng hidup pada abad ke satu sampai abad ke empat Masehi (dalsm Suamba, 2005:224).  Buku ini disebut-sebut sebagai ensiklopedi India yang semula sebagai buku teoritis tentang drama, lalu digunakan pula untuk memahami seni yang lsin, termasuk sastra. Buku ini menarik terutama mengenai pengertian mendalam mengenai hal ihkwal batin manusia serta gelombang-gelombang emosi mulai dari kesadaran praktis sampai perenungan estetis.         Kata "rasa" berasal dari Bahasa Sanskerta, yaitu "ras" yang artinya merang, menangis, berteriak, bergema, dan berkumandang (Astra, 2001:384).  Dalam Bahasa Jawa Kuna kata rasa memiliki banyak arti.  1. Air (getah) tumbuh-tumbuhan, air sari buah, rasa. 2. Perasaan, pendapat, dan maksud.  3. Intisari, isi...